Cara mendukung teman yang akan coming out

Cara mendukung teman yang akan coming out

Share this article

Send it to a friend or pass it on.

X Facebook WhatsApp Telegram Reddit LinkedIn Email

Di dunia yang ideal, coming out tidak akan diperlukan. Tidak ada yang perlu menjelaskan siapa yang ia cintai dan siapa yang tidak, karena tidak ada yang berasumsi lebih dulu. Namun kita hidup dalam masyarakat heteronormatif, dan banyak orang melewati proses menerima diri lebih dulu, lalu mengungkapkan orientasinya.

Teman dan keluarga sering bertanya-tanya bagaimana hadir dalam proses ini dan apa yang benar-benar membantu. Mari mulai dari yang terpenting: tidak ada buku panduannya. Tidak ada daftar sepuluh langkah tentang cara membantu seseorang menerima seksualitasnya.

Organisasi LGBT menegaskan bahwa setiap kasus dan setiap konteks berbeda — panduan universal tidak bisa ditulis, karena setiap situasi punya kebutuhannya sendiri. Sebagian orang melewatinya dengan wajar, sebagian tidak. Yang kedua kemungkinan besar membutuhkan bantuan profesional.

Proses coming out akan terus berlangsung sampai masyarakat memahami bahwa ada bagian besar orang dengan perilaku seksual di luar norma. Sering kali proses itu dimulai ketika seseorang bertemu orang lain yang sudah melewati jalan yang sama.

Merasa aman lebih dulu

Seseorang baru akan mengakui orientasinya ketika merasa aman: meski ada kemajuan, topik ini masih tabu di banyak lingkungan. Banyak yang tidak membicarakannya di tempat kerja, dengan alasan itu bagian dari kehidupan pribadi — sekaligus meyakini bahwa menjadi LGBT adalah tindakan politis.

Yang penting adalah tidak berasumsi lebih dulu bahwa seseorang heteroseksual. Sama pentingnya, orang heteroseksual mau belajar sendiri. Membaca majalah LGBT, menonton film, berbicara dan mendengarkan — langkah-langkah kecil yang membuat orang LGBT merasa terlihat dan dipahami. Perlu diketahui: mendampingi seseorang kadang sesederhana tidak ikut tertawa pada lelucon homofobik dan menegur setiap perilaku diskriminatif.

Mendukung teman dalam proses yang tidak mudah

Coming out tidak mudah, tetapi masyarakat sekarang lebih terbuka. Mereka yang bekerja di organisasi LGBT melihat bahwa meski masih ada orang tua yang tidak menerima orientasi anaknya, banyak juga yang datang sendiri mencari cara untuk mendampingi. Mereka bukan hanya menerima dan menghormati — mereka ingin siap memberi dukungan sebaik mungkin.

Tiga puluh tahun lalu tidak ada rujukan apa pun; orang LGBT sama sekali tidak diperhitungkan. Dan pada sedikit kesempatan mereka muncul di film atau serial, mereka digambarkan dengan nada mengejek. Jangan pernah biarkan temanmu merasakan hal seperti itu — berdirilah di sisinya menghadapi kritik.

Keputusan WHO tentang homoseksualitas

Baru relatif belakangan, pada 1990, WHO mencoret homoseksualitas dari daftar penyakit jiwa. Sejak itu, gay, lesbian, dan biseksual perlahan menjadi bagian dari keseharian di seluruh dunia. Jangan ragu mengingatkan temanmu soal ini — itu bisa membantu.

Empat puluh tahun lalu tidak ada figur LGBT, sedangkan kini ruang media penuh dengan tokoh publik yang terbuka soal orientasinya.

Namun baru dalam satu dekade terakhir banyak tokoh terkenal menerima orientasinya secara terbuka, dan itu ikut menormalkannya. Anak-anak dan remaja kini punya idola LGBT: penyanyi, aktor, kreator internet. Lebih dari itu, banyak dari mereka bukan sekadar mengakui seksualitasnya, tetapi juga tidak menyembunyikannya.

Masyarakat berubah, dan hari ini coming out bukan kehilangan sebesar empat puluh tahun lalu. Organisasi-organisasi sepakat: hindari proses menyakitkan yang berujung depresi, dampingi orangnya, bela dia, dan tentu saja hormati.

Setelah membaca ini, jangan menunda — buat profilmu di Mad2Moi dan mulailah mengobrol dengan orang-orang yang menunggumu.

Share this article

Send it to a friend or pass it on.

X Facebook WhatsApp Telegram Reddit LinkedIn Email
Discussion

Ce que la communauté en dit

Rejoindre la conversation

Visible immédiatement. Modération a posteriori. Email privé, jamais publié.